![]() |
| Sempena Bulan Maulidur Rasul & Taatilah Allah : Tauhidkan Allah, Cintakan Rasulullah |
Sempena hari Jumat di bulan mulia Rabiul Awal dan meraikan cinta Rasul di bulan Maulidur Rasul.
Tatkala dalam keadaan kesakitan dan di saat-saat ajal semakin hampir, Rasulullah SAW menyuruh Bilal bin Rabah melaungkan azan. Setelah azan berkumandang, para Muhajirin dan Ansar segera berhimpun di masjid. Kemudian Rasulullah menunaikan solat dua rakaat bersama-sama mereka yang hadir.
Selesai mengerjakan solat, Baginda SAW bangun dan naik ke atas mimbar.
"Alhamdulillah . . . wahai para muslimin, sesungguhnya aku adalah seorang Nabi yang diutus dan mengajak orang kepada jalan Allah dengan izin-Nya dan aku ini adalah bagaikan saudara kandung kamu, yang kasih sayang pada kamu semua seperti seorang ayah. Oleh itu, barang siapa mempunyai hak untuk dituntut, maka hendaklah dia bangun dan memberitahu aku sebelum aku dituntut di hari kiamat."
Rasulullah berkata demikian sebanyak tiga kali. Akhirnya seorang lelaki bernama 'Ukasyah Bin Muhshan pun berdiri.
"Demi ayah dan ibuku. Ya Rasulullah SAW, kalau kau tidak mengumumkan kepada kami berkali-kali, sudah tentu aku tidak mahu mengemukakan hal ini." kata 'Ukasyah
Rasulullah berkata demikian sebanyak tiga kali. Akhirnya seorang lelaki bernama 'Ukasyah Bin Muhshan pun berdiri.
"Demi ayah dan ibuku. Ya Rasulullah SAW, kalau kau tidak mengumumkan kepada kami berkali-kali, sudah tentu aku tidak mahu mengemukakan hal ini." kata 'Ukasyah
"Sesungguhnya dalam perang Badar, aku bersamamu Ya Rasulullah. Pada masa itu aku mengikuti unta engkau dari belakang. Setelah dekat aku pun turun menghampiri engkau dengan tujuan supaya dapat mencium peha engkau, tetapi engkau telah mengambil tongkat dan memukul unta engkau supaya berjalan cepat, yang mana pada masa itu engkau terpukul pada tulang rusuk aku. Oleh itu aku hendak tahu sama ada engkau sengaja atau cuma hendak memukul unta tersebut." kata 'Ukasyah lagi.
"Wahai 'Ukasyah, aku sengaja memukul engkau," jawab Baginda SAW dalam kelesuan akibat menanggung sakit.
"Wahai Bilal, kamu pergi ke rumah Fatimah dan ambilkan tongkat aku ke mari." Rasulullah SAW menyuruh Bilal.
Bilal keluar dari masjid menuju ke rumah Fatimah sambil meletakkan tangannya di atas kepala.
"Rasulullah telah menyediakan dirinya untuk dibalas (qishash)," Bilal resah.
"Rasulullah telah menyediakan dirinya untuk dibalas (qishash)," Bilal resah.
Setelah Bilal sampai di rumah Fatimah maka Bilal pun memberi salam dan mengetuk pintu.
"Siapakah di pintu?" sahut Fatimah.
"Siapakah di pintu?" sahut Fatimah.







